Selasa, 24 Februari 2015

ANGKA PENTING

Angka Penting

Angka penting dari sebuah bilangan yang didapat dari sebuah pengukuran adalah angka-angka yang diketahui dengan kepastian tertentu.

Peraturan / ketentuan untuk angka penting:

  1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
    Contoh: 325 mempunyai 3 angka penting, 52,34 mempunyai 4 angka penting.
  2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting.
    Contoh: 1009 mempunyai 4 angka penting, 3,02 mempunyai 3 angka penting.
  3. Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol pertama adalah angka tidak penting.
    Contoh: 0,0005 mempunyai 1 angka penting, 0,030 mempunyai 2 angka penting.
  4. Angka nol di belakang angka bukan nol terakhir dalam bilangan yang mempunyai tanda desimal adalah angka penting.
    Contoh: 25,00 mempunyai 4 angka penting, 3,50 mempunyai 3 angka penting.
  5. Angka nol di belakang angka bukan nol terakhir dalam bilangan yang tidak mempunyai tanda desimal (koma) bisa merupakan angka penting atau merupakan angka tidak penting. Untuk menandai angka nol yang merupakan angka penting, tandai angka-angka nol tersebut dengan garis atas atau tulis dalam tanda kurung berapa angka penting yang ada dalam bilangan tersebut.
    Contoh: 2500 mempunyai 2 angka penting, 35000 mempunyai 3 angka penting, 12000 mempunyai 4 angka penting, 800 (2 angka penting) mempunyai 2 angka penting.

Peraturan untuk penjumlahan dan pengurangan:

Hasil penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mempunyai angka di belakang koma sebanyak bilangan yang mempunyai angka di belakang koma paling sedikit.
Contoh: 40,55 + 3,1 + 10,222 = 53,872
Bilangan yang mempunyai angka di belakang koma paling sedikit adalah 3,1 (1 angka di belakang koma), jadi hasil penjumlahan di atas harus dibulatkan menjadi 53,9 (1 angka di belakang koma, 3 angka penting).

Peraturan untuk perkalian dan pembagian:

Hasil perkalian atau pembagian hanya boleh mempunyai angka penting sebanyak bilangan dengan angka penting paling sedikit.
Contoh: ( 32,1 × 1,234 ) ÷ 1,2 = 33,0095
Bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit adalah 1,2 (2 angka penting). Jadi hasil perkalian dan pembagian di atas harus dibulatkan menjadi 33 (2 angka penting).




BY:DEDE YADI CAHYADI

notasi ilmiah

Pengukuran atau perhitungan dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil, seperti massa elektron, sampai dengan ukuran yang sangat besar, seperti massa bumi. Penulisan hasil pengukuran benda sangat besar, misalnya massa bumi kira-kira 6.000.000.000 000.000.000.000.000 kg atau hasil pengukuran partikel sangat kecil, misalnya massa sebuah elektron kira-kira 0,000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.911 kg memerlukan tempat yang lebar dan sering salah dalam penulisannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kita dapat menggunakan notasi ilmiah.
Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai : a, …..  x 10n
Keterangan :
a adalah bilangan asli mulai dari 1 – 9
n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat
10n menunjukkan orde
Aturan penulisan hasil pengukuran menggunakan notasi ilmiah
a)        Untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma desimal ke kiri. Eksponennya bertanda positif
Contoh :
210000000 m = 2,1 x 108 m
62400,1 m = 6,24001 x 104 m = 6,2 x 104 m
33000 m = 3,3 x 10m
b)        Untuk bilangan yang kurang dari 1, pindahkan koma desimal ke kanan. Eksponennya bertanda negatif.
Contoh :
0,0045 m = 4,5 x 10-3 m
0,000000234 m = 2,34 x 10-7 m = 2,3 x 10-7 m
0,0001075 m = 1,075 x 10-4 m = 1,1 x 10-4 m

metode ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. 

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri. 

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.


KELOMPOK
NAMA                 : 



·                     DEDE YADI CAHYADI
·                     RIMA ANGGRIANI
·                     RITA DEWI N.
















KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Pameran Karya Seni Rupa ini.
            Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah  ini.
            Makalah ini sebagai bentuk untuk menggambarkan rancangan kegiatan pameran seni rupa yang akan kami selenggarakan. Di dalam makalah ini kami memaparkan semua yang  berhubungan dengan penyelenggaraan pameran seni rupa.
               Mungkin cukup sekian makalah tentang pameran seni rupa ini yang bisa saya sampaikan dan tulis,bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati pembaca,kami minta maaf dan mohon di maklumi

Akhir kata .
Assalamu’alaikum wr.wb












iiiii

Pendahuluan
Pertama tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan fuji dan syukur atas kehadirat Allah SWT,yang mana berkat dan hidayahnya kita dapat menyusun makalah ini dengan baik,
Tidak lupa sholawat serta salam marilah kita limpah curahkan kepada nabi besar kita,Nabi Muhammad SAW,tidak lupa kepada sahabatnya,keluarganya dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman.
Allhamdulilah kami telah berhasil menyusun makalah tentang pameran seni rupa dengan baik dan selesai.
Dibawah ini adalah sebagai susunan acara sekaligus nama,dan waktunya.

 Nama Kegiatan
“Pameran Seni rupa ” SMK WIDYA NUSANTARA SUMEDANG  
Waktu Pelaksanaan
1) Hari                  : Senin - Rabu
2) Tanggal            : 22-24 Februari 2014
3) Waktu              : 08.00 sampai selesai
Tempat
SMK WIDYA NUSANTARA SUMEDANG  
Tema
Melalui kegiatan pameran seni rupa ini siswa dapat mengembangkan kemampuan belajar maupun kreatifitasnya.
Tujuan
Tujuan pendidikan

1) Sebagai sarana hiburan/rekreasi bagi pemerhati seni, siswa, dan masyarakat
2) Memberikan motivasi pengujung untuk mengambil langkah kongkrit yang bermanfaat dalam mempelajari kesenian.
3) Memupuk rasa cinta dan mengembangkan budaya nasional.
4) Disekolah sebagai perwujudan hasil praktek akhir dari mata pelajaran seni rupa.
5) Sarana untuk menunjukkan dan mengembangkan talenta (bakat) seni pada siswa dan masyarakat dengan harapan mendapat pengakuan umum.
6) Sarana prestasi artinya pameran seni rupa merupakan ajang berprestasi, kompetisi, dan timbul pemikiran untuk berbuat dan berkarya yang baik.
7) Sarana apresiasi artinya dengan melihat pameran seni rupa akan muncul berbagai tanggapan, kritik, penilaian, sarana penghargaan, dan rangsangan seseorang untuk berkreasi dalam berkarya dan berolah seni.
8) Sarana edukatif artinya sarana pembelajaran kepada orang lain, menanamkan akan nilai-nilai keindahan (estetika) dalam lingkup luas, dan mendidik siswa akan keseimbangan batin/rasa dengan akal/pikiran.
9) Sarana rekreasi artinya pameran dapat untuk sarana hiburan. Dengan melihat pameran timbul rasa senang, segar, dan menghilangkan kejenuhan dan ketegangan batin dan fisik.
10) Sarana motivasi
11) Sarana komunikasi
Susunan Kepanitiaan
Ketua                                                  : Dede Yadi Cahyadi
Wakil ketua                                         : Rima Anggriani
Sekretaris                                            : Rita Dewi N
Bendahara                                           : Siti Patimah
Seksi-seksi terdiri dari :
Seksi karya                                 : Syifa Siti Solehah
Seksi tempat & perlengkapan      : Reza Firmansyah
Seksi dekorasi & dokumentasi    : Dadan Hamdan
Seksi acara & komsumsi             : Imam Abdul Karim
Susunan Acara Dan Jadwal
Hari I                                                                                                                          
Hari, tanggal          :Kamis, 22februari 2015
Acara                     : 1) 08.00-09.00
Pembukaan oleh Kepala sekolah dan Dewan guru
 2) 09.00-11.00
Istirahat I                : Kunjungan kelas X O1 – X O2
                                 3) 11.00-14.00
 Istirahat II              : Kunjungan kelas XI O1 – XI O3
Hari II
Hari, tanggal          : Selasa, 23 februari 2015
Acara                     : 1) 08.00-10.00
Istirahat I                : Kunjungan kelas XII TKJ
                        2) 10.00-13.00
Istirahat II               : Kunjungan kelas X TKJ
Hari III
Hari, tanggal         : Rabu, 23 februari 2015
Acara                    : 1) 08.00-10.00
Istirahat I               : XII O1 – XII O3
                        2) 10.00-13.00
                         
                           Penutupan oleh Wakil kepala sekolah
Penutup
Demikianlah makalah yang bisa saya rancang dan kami tulis kurang lebihnya kami minta maaf yang sebesar-besarnya.
Akhir kata.
Assalamu’alaikum wr.wb
                                                                                                                  




Sumedang,22  februari 2015



                                                                                                                                     3

Rabu, 04 Februari 2015

materi paskibra tentang kepemimpinan


 







materi paskibra
*KEPEMIMPINAN*
A. Pengertian  Kepemimpinan dan Pemimpin
·         Kepemimpinan adalah suatu seni yang menggerakkan orang lain dalam rangka mencapaitujuan tertentu.
·         Pemimpin adalah seseorang yang mampu mengarahkan orang lain dengan suatu tujuan yang di harapkan.
Pemimpin merupakan faktor penentu keberhasilan atau gagalnya lembaga atau organisasi, baik di dunia luar maupun di dunia pendidikan. Sebab pemimpin yang sukses itu mampu mengelola lembaga atau organisasinya.                                                                                                                Dia pasti mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengkoreksi kelemahan, sanggup membawa lembaga atau organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang sudah di tetapkan. Pemimpin mempunyai kesempatan paling banyak untuk merubah jerami menjadi emas atau justru sebaliknya, juga bisa merubah tumpukan uang jadi abu jika dia salah langkah dan tidak bijaksana. Sehubung dengan ini kepemimpinan yang baik merupakan kunci pembuka bagi suksesnya suatu lembaga atau organisasi.                                                                                                      Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk  mencapai tujuan yang sama. Teori kepemimpinan adalah suatu penganalisaan dari suatu perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan dengan menekankan latar belakang historis, sebab musibah timbulnya kepemimpinan, persyaratan untuk menjadi pemimpin, sifat-sifat yang di perlukan oleh seorang pemimpin, tugas-tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi yang perlu diperhatikan oleh pemimpin. Dan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interprestasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan.                                                                                                         Teknik kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan tenik pemimpin dalam menetapkan teori-teori kepemimpinan dalam  praktek kehidupan dan dalam organisasi tertentu,dan  melingkupi konsep-konsep pemikirannya, perilaku sehari-hari serta peralatan yang dipergunakan.
Syarat menjadi seorang pemimpin :
1.       Bertanggung jawab.
2.       Jujur.
3.       Bijaksana.
4.       Wibawa.
5.       Bersifat terbuka.
6.        Kesatria.
7.       Hemat.
8.       Terampil dan cekatan.
9.       Memberikan suritaladan.
10.   Harus mempunyai sifat sosial.
11.   Menunjukan kesejahteraan.
Fungsi dan tujuan kepemimpinan :
1.       Memandu,menuntun,membimbing dan membangun.
2.       Memberi motifasi-motifasi kerja.
3.       Mengemudikan organisasi.
4.       Menjalin hubungan komunikasi yang baik.
5.       Memberikan pengawasan yang efisien.
6.       Menbawa para pengikutnya kepada gagasan yang ingin dituju sesuai dengan ketentuan waktu dan perncanaan.
Tugas pokok seorang bawahan:
Tugas pokok seorang bawahan yaitu kebalikan dari tugas seorang pemimpin.
Kelemahan seorang pemimpin:
1.       Harta.
2.       Tahta.
3.       Lawan jenis.
Sifat pemimpin yang baik:
1.       Memiliki pengetahuan.
2.       Berani.
3.       Inisiatif.
4.       Tegas.
5.       Bijaksana.
6.       Optimis.
7.       Dapat di percaya.
8.       Ulet.
9.       Disiplin.
Tipe-tipe seorang pemimpin :
1.       Tipe otoriter
Sikap pemimpin yang tidak mau di kritik dan menganggap bawahannya sebagai alat untuk mencapai tujuan.
2.       Tipe demokratis
Seorang pemimpin yang menyelesaikan suatu masalah dengan cara msyawarah,menerima kritik dan saran serta meningkatkan kepentingan anggotanya.
3.       tipe laiziz fais
pemimpin yang bersifat acuh tak acuh terhadap anak buahnya / kepemimpinan yang bebas.
4.       Tipe parental
Sifat seorang  pemimpin yang dalam  memberi nasehat,petunjuk kepada bawahannya seperti ayah (orang tua) kepada anaknya.
5.       Tipe diktator
Pemimpin yang mengatur bawahannya semau sendiri
6.       Tipe absolut
Pemimpin yang memilki kekuasaan yan tidak terbatas.
7.       Tipe militeritas
Pemimpin yang dalam memimpin menggunakan sistem komandolitas.
8.       Tipe otokritis
Pemimpin yang menganggap organisasi yang di pimpin sebagai organisasi milik sendiri.
9.       Tipe sitasioner
Seorang pemimpin yang di pilih karena situasi.
Pemimpin itu ada karena:
-          Bakat.
-          Bakat mempelajari.
-          Belajar mempelajari.
Kepemimpinan PASKIBRA :
C             : Cerdik.
I               : Inisiatif.
U             : Ulet.
M            : Militer.

Sifat pemimpin yang baik :
1.       Bertaqwa terhadap tuhan Yang Maha Esa.
2.       Berakhlak baik.
3.       Berwawasan luas.
4.       Berwibawa.
5.       Tanggung jawab
6.       Mempunyai idealisme yang tinggi.

Ingarso Suntolodo, Ingmadyo Mangunkarso, Tutwuri Handayani, artinya :
-          Ingarso Suntolodo                  : Di depan memberi suri tauladan.
-          Ingmadyo Mangunkarso      : Di tengah memberi semangat.
-          Tutwuri Handayani                 : Di belakang memberi dorongan.

Gemah Ripah Loh Jinawi artinya :
-          Gemah Ripah            : Negara yang makmur serta banyak rakyatnya.
-          Loh Jinawi                   : Subur makmur


Fungsi kepemimpinan
1. Asas – asas kepemimpinan
2. Kepemimpinan menurut pancasila
3. Uraian mengenai ke lima sila dari pancasila

I. PENGERTIAN:
Pemimpin:Seseorang yang mempunyai kelebihan dan sanggup memimpin serta membawa/mengatur anggotanya untuk mencapai suatu tujuan.
Kepemimpinan:suatu seni dan ilmu dari seseorang anggota untuk menggerakkan orang lain guna bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
II. SEBAB-SEBAB MUNCULNYA PEMIMPIN:
Pemimpin itu tidak genetisme.
Setiap orang dapat jadi pemimpin dengan usaha serta dorongan kemampuan/teori sosial.
Seseorang akan sukses jika sejak lahir dia punya bakat dan dilatihdengan usha-usaha untuk menjasdi seorang pemimpin/teori sintesisi/ekologis/pengalman.
III. SIFAT SEORANG PEMIMPIN:
1. Sportf/tanggung jawab terhadap pasukan.
2. Dekoratif dalam bertindak.
3. Produktif/cepat menghasilkan.
4. Partisipatif/ikut serta
IV. TUGAS PEMIMPIN:
1. Punya perencanaan.
2. Punya wewenang menggerakkan/moraling.
3. Melakukan pengawasan.
4. Melakukan pertemuan/rapat.
V. KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN:
1. Kapasitas, cerdas, waspada dan pandai berbicara
2. Prestasi
3. Tanggung jawab,PD
4. Parsitipatif, aktif dan kreatif
5. Status/kehidupn social yang baik
VI. METODE KEPEMIMPINAN:
1. Memberi perintah memprhatikan:
a. Tahu situasi dan kondisi
b. Perintah jelas.
c. Nada suara tegas.
d. Sopan santun.
2. Memberi ujian, celaandan kritik.
3. Mempunyai kepribadian benar.
4. Peka terhadap saran dan kritik.
5. Memperkuat rasa persatuan/kebersamaan dalam suatu kesatuan.
6. Disiplin diri dan kelompok.
7. Meredam kritik/isu yang menyebar tentang dirinya atau kelompok.

VII. SIFAT UTAMA YANG TERTERA DALAM SEORANG PEMINPIN:
1. Bagaikan urya / Penerang.
2. Bagaikan Chandra / rembulan (penerang).
3. Bagaikan Kartika / bintang menjadi pusat perhatian.
4. Bagaikan Mega / Awan (menciptakan kewibawaan).
5. Bagaikan Bumi (teguh dan kokoh pada pendirian, bersahaja dalam peruatan dan perkataan).
6. Bagaikan Samudara / Tirta (punya pandangan luas tentang semua hal).
7. Bagaikan Bayau / Angin (dinamis jujur dan tidak ragu).
8. Bagaikan hangat ( adil dan tidak pandang bulu).