Kamis, 06 Oktober 2016

Kumpulan Majas (Gaya Bahasa) Beserta Contohnya

Majas atau kiasan adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan kesan dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda dengan benda lain atau hal lain yang lebih umum.

Majas dapat digolongkan sebagai berikut.

  1. Majas perbandingan
  2. Majas pertentangan
  3. Majas pertautan
  4. Majas perulangan

A. Majas Perbandingan

Majas perbandingan terdiri dari 4 jenis, yaitu:

1. Majas Perumpamaan

Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berkaitan dan yang sengaja dianggap sama.
Contoh:
  • Bak mencari kutu dalam ijuk. (Melakukan sesuatu yang mustahil)
  • Bagai kambing dihalau ke air. (Hal orang yang enggan disuruh atau diajak mengerjakan sesuatu)
  • Semanis madu.
  • Sedalam laut.
  • Secantik bidadari.
  • Sesegar udara pagi.

Perumpamaan secara eksplisit dinyatakan dengan kata seperti, bak, bagai, ibarat, penaka, sepantun, laksana, umpama.

2. Metafora

Metafora adalah perbandingan yang implisit. Jadi, tanpa kata pembanding di antara dua hal yang berbeda. Dengan kata lain, metafora yaitu majas yang berupa kiasan persamaan antara benda yang diganti namanya dengan benda yang menggantinya.
Contoh:
  • Kapan Anda bertemu dengan lintah darat itu?
  • Siti Mutmainah adalah kembang desa di sini.
  • Kelaparan masih tetap menghantui  rakyat Etiopia.
  • Nina tangkai hati  ibu.

3. Personifikasi

Personifikasi adalah majas perbandingan yang menuliskan benda-benda mati menjadi seolah-olah hidup, dapat berbuat, atau bergerak.
Contoh:
  • Peluru mengoyak-ngoyak dada musuh.
  • Banjir besar telah menelan seluruh harta penduduk.
  • Matahari mulai merangkak  ke atas.
  • Kabut tebal menyelimuti desa kami.

4. Alegori

Alegori pada umumnya menganding sifat-sifat moral manusia.
Contoh:
  • Mendayung bahtera rumah tangga. (Perbandingan yang utuh bagi seseorang dalam rumah tangga)



B. Majas Pertentangan

Majas pertentangan terbagi menjadi 7 macam, yaitu:
  1. Hiperbola
  2. Litotes
  3. Ironi
  4. Antonomasia
  5. Oksimoron
  6. Paradoks
  7. Kontradiksio

1. Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan.
Contoh:
  • Keringatnya menganak sungai.
  • Suaranya menggelegar membelah angkasa.

2. Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan kebalikan daripada hiperbola, yaitu menyatakan sesuatu dengan memperkecil atau memperhalus keadaan. Majas litotes disebut juga hiperbola negatif.
Contoh:
  • Tapi, maaf kami tak dapat menyediakan apa-apa. Sekadar air untuk membasahi tenggorokan saja yang ada.
  • Tentu saja karangan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, semua kritik dan saran akan saya terima dengan senang hati.

3. Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang berlawanan atau bertentangan, dengan maksud menyindir. Ironi disebut juga majas sindiran.
Contoh:
  • Bagus benar ucapanmu itu, sehingga menyakitkan hati.
  • Kau memang pandai, mengerjakan soal itu tak satupun ada yang betul.

4. Antonomasia

Antonomasia adalah penyebutan terhadap seseorang berdasarkan ciri khusus yang dimilikinya.
Contoh:
  • Sssssttt, lihat! Si cerewet datang. Kalian tidak perlu bertanya.
  • Macam-macam! Biar si gendut saja nanti yang menghadapinya.
  • Kemarin saya lihat si Kacamata hitam keluar bersama-sama dengan si Kribo. Benar tidak?

5. Oksimoron

Oksimoron adalah pengungkapan yang mengandung pendirian/pendapat terhadap sesuatu yang mengandung hal-hal yang bertentangan.
Contoh:
  • Memang benar musyawarah itu merupakan wadah untuk mencari kesepakatan. Namun tidak jarang menjadiwadah pertentangan para pesertanya.
  • Siaran radio dapat dipakai untuk sarana persatuan dan kesatuan, tetapi dapat juga sebagai alat untukmemecah belah suatu kelompok masyarakat atau bangsa.
  • Olahraga mendaki bukit memang menarik, tetapi juga sangat berbahaya.

6. Paradoks

Paradoks adalah pengungkapan terhadap suatu kenyataan yang seolah-olah bertentangan, tetapi mengandung kebenaran.
Contoh:
  • Memang hidupnya mewah, mempunyai mobil, rumahnya besar, tetapi mereka tidak berbahagia. Tidak tahu mengapa, mungkin karena belum mempunyai anak.
  • Walaupun ia tinggal di kota besar, kota metropolitan, hiburan ada di mana-mana, ia bercerita padaku katanya kesepian.

7. Kontradiksio

Kontradiksio adalah pengungkapan yang memperlihatkan pertentangan dengan yang sudah dikatakan lebih dulu sebagai pengecualian.
Contoh:
  • Sebenarnya semua saudaranya, yang dulu-dulu pandai, hanya dia sendiri yang bodoh. Mungkin saja karena malasnya.
  • Malam itu gelap gulita, tanpa kerlip kunang-kunang yang sebentar tampak dan sebentar hilang.



C. Majas Pertautan

Majas pertautan dibedakan menjadi:
  1. Metonimia
  2. Sinekdok, terdiri atas:
    • Pars pro toto
    • Totem pro parte
  3. Alusio
  4. Eufemisme

1. Metonimia

Metonimia adalah majas yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang atau hal, sesuai penggantinya.
Contoh:
  • Ayah suka mengisap gudang garam. (Maksudnya rokok)
  • Si Jangkung dipakai sebagai sebagai pengganti orang yang mempunyai ciri jangkung.

2. Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan atau sebaliknya.
Contoh:
  • Sudah seminggu ini Iwan tidak tampak batang hidungnya. (Padahal yang dimaksud bukan hanya batang hidung)
  • Indonesia berhasil memboyong kembali piala Thomas. (Padahal yang berhasil hanya satu regu bulu tangkis)
  1. Pars pro toto adalah penyebutan sebagian untuk maksud keseluruhan. Contoh:
    • Jauh-jauh telah kelihatan berpuluh-puluh layar di sekitar pelabuhan itu.
    • Selama ini kemana saja kau? Sudah lama tak nampak batang hidungmu. Nenek selalu menanyakan kau.
    • Ia harus bekerja keras sejak pagi hingga sore karena banyak mulut yang harus disuapi.
    • Kita akan mengadakan selamatan sebagai rasa syukur karena kita naik kelas semua. Untuk itu biaya kita tanggung bersama tiap kepala dikenakan iuran sebesar Rp 1.500,00
  2. Totem pro parte adalah majas penyebutan keseluruhan untuk maksud sebagian saja. Contoh:
    • Dalam musim kompetisi yang lalu, kita belum apa-apa. Tetapi dalam tahun ini, sekolah kita harus tampil sebagai juara satu.
    • Dalam pertandingan musim lalu, Indonesia dapat meraih medali emas.

3. Alusio

Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau hal dengan menggunakan peribahasa yang sudah umum ataupun mempergunakan sampiran pantun yang isinya sudah dimaklumi. Majas ini disebut juga majas kilatan.
Contoh:
  • Menggantang asap saja kerjamu sejak tadi. (Membual/beromong-omong)
  • Ah, kau ni memang tua-tua keladi. (Maksudnya makin tua makin menjadi)

4. Eufemisme

Eufemisme adalah majas kiasan halus sebagai pengganti ungkapan yang terasa kasar dan tidak menyenangkan. Eufemisme digunakan untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang dianggap tabu atau menggantikan kata lain dengan maksud bersopan santun.
Contoh:
  • Orang itu memang bertukar akal. (Pengganti gila)
  • Kalau dalam hutan jangan menyebut-nyebut nenek. (Pengganti harimau)
  • Pemerintah telah mengadakan penyesuaian harga BBM. (Pengganti menaikkan)



D. Majas Perulangan

Contoh:
Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.

Jumat, 06 November 2015



Pengertian Noun Clause
Noun Clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai noun (kata benda). Klausa kata benda ini dapat berfungsi sebagai subject maupun object di dalam suatu clause atau phrase lain. Karena berfungsi sebagai kata benda, maka dapat digantikan dengan pronounit“.
Contoh:
  • I forgot the fact. (noun)
  • I forgot it. (pronoun)
  • I forgot that the fact was very important. (noun clause)
Rumus Noun Clause
Noun clause dapat diawali oleh noun clause markers berupa question word, if atau whether, dan that. Adapun contoh noun clause pada clause lain beserta detail marker-nya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Marker
Detail
Contoh Kalimat  Noun Clause
Question word:
what(ever), what (time, kind, day, etc),
who(ever),
whose,
whom(ever),
which(ever),
where(ever),
when(ever),
how (long, far, many times, old, etc)
The class listened to what the teacher said.
(Seluruh kelas mendengarkan apa yang guru katakan.)
The kitten followed wherever the woman went.
(Anak kucing mengikuti kemanapun wanita itu pergi.)
Many people imagine how many time the man was failed before success.
(Banyak orang membayangkan berapa kali pria itu gagal sebelum sukses.)
biasanya digunakan untuk kalimat jawaban dari pertanyaan yes-no question atau bentuk reported speech dari pertanyaan tersebut
Where does Andy live?
(Dimana Andy tinggal?)
I wonder if he lives in West Jakarta.
(Saya pikir dia tinggal di Jakarta Barat.)
Is Andy live on Dewi Sartika Street?
(Apakah Andy tinggal di jalan Dewi Sartika?)
I don’t know if he live on Dewi Sartika Street or not.
atau
I don’t know whether or not he lives on Dewi Sartika street.
(Saya tidak tahu jika dia tinggal di jalan Sartika atau tidak.)
She wanted to know if he lived on Dewi Sartika street. [indirect speech dari yes-no question]
biasanya that-clause untuk mental activity. Berikut daftar verb pada main clause yang biasanya diikuti that-clause:assume, believe, discover, dream, guess, hear, hope, know, learn, notice, predict, prove, realize, suppose, suspect, think
I think that the group will arrive in an hour.
(Saya pikir rombongan itu akan tiba dalam satu jam.)
Many people proved that the man was a big liar.
(Banyak orang membuktikan bahwa pria itu pembohong besar.)
Fungsi dan Contoh Kalimat Noun Clause
Berikut adalah contoh kalimat dari setiap fungsi noun clause.
Fungsi
Contoh Kalimat Noun Clause
What she cooked was delicious.
(Apa yang dia masak lezat.)
That today is his birthday is not right.
(Bahwa hari ini ulang tahunnya tidak benar.)
The fact is that she is smart and dilligent.
(Faktanya dia cerdas dan rajin.)
A teacher must be whoever allows students to ask.
(Seorang guru harus yang membiarkan siswa untuk bertanya.)
Diana believes that her life will be happier.
(Diana percaya hidupnya akan lebih bahagia.)
I want to know how Einstein thought.
(Saya ingin tahu bagaimana Einstein berpikir.)
The girl comes from where many people there live in poverty.
(Anak berasal dari tempat dimana orang-orang hidup dalam kemiskinan.)
He will attend the party with whichever fits to his body.
(Dia akan menghadiri pesta tsb dengan apapun yang cocok dibadannya.)
Adjective Complement
We were worried that she couldn’t recover from divorce.
(Kita khawatir dia tidak dapat membaik dari perceraian.)
A. Pengertian, fungsi dan contoh noun clause
Apa itu Noun Clause? Noun clause adalah klausa (gabungan dua kata atau lebih yang terdiri dari Subject dan Verb namun belum membentuk kalimat yang sempurna) yang berfungsi sebagai noun (kata benda) sehingga dapat berfungsi baik sebagai subjek maupun objek kalimat.
Contoh: I know you lie to me. You lie to me merupakan gabungan beberapa kata yang mengandung Subjek (you), verb (lie) bahkan juga objek (me), tetapi belum bisa dikatakan kalimat yang sempurna karena posisinya dalam kalimat adalah menjadi objek dari kalimat I know. Perhatikan gambar di bawah ini:

B. Rumus Noun Clause
Noun clause biasanya terbentuk dalam 2 format:
  1. Kalimat tanya
    Catatan: meskipun bentuknya adalah kata tanya, namun format kalimatnya tetap dalam bentuk pernyataan karena ia berkedudukan sebagai anak kalimat. Dalam kalimat I don’t care who you are, bukan who are you. I know adalah induk kalimat, dan who you are adalah anak kalimat.
    1. Question Words (kata tanya)
      Yang termasuk kata tanya adalah: what, when, where, who, why dan how.
      Contoh:
      • I know what you did last summer.
      • You should know when you have to go.
      • I parked my car where you waited me yesterday.
      • Mr. John is the man who murders this man.
      • I don’t know why you said goodbye.
      • This the way how fix the problem we face.
    2. If/whether.
      Dua kata tersebut dalam hal ini berarti “apakah”. Kata ini digunakan untuk kata tanya dengan jawaban yes atau no. Misal: Have you written the report? Yes, I have atau No, I haven’t.
      Contoh:
      • Has she got married?
        I don’t know if she has got married for along this time.
      • Did you call me last week?
        I forget whether I called you or not last week, that’s been long time, I can’t remember.
  2. Statement (pernyataan)
    Noun clause dalam bentuk pertanyaan selalu didahului oleh That yang berarti “bahwa”. Noun clause ini biasanya didahului oleh induk kalimat dengan kata kerja seperti: assume, believe, discover, dream, guess, hear, hope, know, learn, notice, predict, prove, realize, suppose, suspect dan think.
    Contoh:
    • I believe that I can prove that I am not guilty in this case.
    • You must realize that you don’t deserve to marry her. She comes from a rich family, and you are not.
C. Fungsi
Noun clause pada dasarnya adalah nominal sehingga dapat berfungsi sebagai subjek maupun objek.
  1. Subjek kalimat (Subject of Sentence)
    What Megan wrote surprised her family.
  2. Objek verba Transitif (Object of a transitive verb)
    He didn’t realize that the stove was off.
  3. Objek Preposisi (Object of Preposition)
    Josephine is not responsible for what Alex decided to do.
  4. Subjek Pelengkap (Subject Complement)
    Carlie’s problem was that she didn’t do the wash.
Pelengkap Kata Keterangan (Adjective Complement)